PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL KHAS KEJOGJAAN

(Yogyakarta, 10 Nopember 2021). Dalam rangka momentum sewindu Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta, Komunitas Budaya “Yogya Semesta” menggelar dialog pendidikan dengan tema Sekolah Model Khas Kejogjaan dan Pengayaan Nilai-Nilai Praksis Ketamansiswaan. Dialog yang digelar pada tanggal 9 Nopember bertempat di Pendopo Agung Taman Siswa ini bertujuan menjaring sumbang pikiran bagaimana memperkuat nilai-nilai kejogjaan dan juga nilai-nilai ketamansiswaan ke dalam pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu juga bertujuan untuk sharing praktek baik penyelenggaran pendidikan melalui pendampingan oleh berbagai lembaga dan organisasi yang sudah berjalan selama ini.

Hari Dendi, selaku Pembina Komunitas Yogya Semesta dalam sambutannya menyampaikan bahwa Komunitas Yogya sejauh ini terus berkontribusai dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta baik melalui sumbang pikiran maupun aksi-aksi nyata. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah dialog pendidikan dan kebudayaan serta gelar seni dan budaya. Hari Dendi juga menyampaikan bahwa Dialog ini merupakan seri yang ke-142, dan untuk dialog seri ini menjadikan hal istimewa karena bertepatan dengan momentum 10 tahun Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta. Oleh karenanya pada dialog kali ini mengambil tema pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai kejogjaan.

Hadir dalam forum dialog ini antara lain unsur-unsur dari kalangan guru besar dan akademisi, organisasi-organisasi pendidikan, pemerhati pendidikan, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat melalui Unit-Unit Pelaksana Teknis Kemendikbudristek yang ada di Yogyakarta.

Ki Prof. Dr. Pardimin selaku Ketua majlis Luhur Taman Siswa yang juga Rektor Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa menyatakan bahwa nilai-nilai falsafah ketamansiswaan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan khas kejogjaan, oleh karenanya perlu untuk terus dipupuk dan diperkuat dalam penanaman nilai-nilai pendidikan kita sebagai bagian utama dari pembentukan karakter anak bangsa. Pendidikan di Yogyakarta harus benar-benar bisa mengejawantahkan falsafah-falsafah pendidikan Ki Hajar Dewantara. Untuk hal tersebut majlis Luhur Taman Siswa sendiri terus melakukan pengembangan model-model dan praktek baik dalam penyelenggaran pendidikan dengan nilai-nilai kejogjaan melalui pendidikan di sekolah-sekolah Taman Siswa kegiatan secara umum lainnya.

Sementara itu Dr. Arwan Rifai, Koordinator Fungsi Kemitraan dan Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan LPMP Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan bahwa, Kemendikbudristek melalui LPMP DIY telah dan terus melakukan pendampingan penyelenggaran pendidikan di daerah dan salah satu programnya adalah pembinaan sekolah model. Fokus dari pendampingan ini adalah menjamin terlaksananya sistem penjaminan mutu pendidikan dan terjadinya dinamika upaya peningkatan mutu pendidikan, termasuk penguatan nilai-nilai karakter kepada peserta didik dengan mengedepankan nilai-nilai moral yang berkearifan lokal khas kejogjaan serta program unggulan sekolah.

Sementara itu, hadir sebagai narasumber Best Practices dalam kegiatan ini antara lain adalah: 1) Ferry Timur Indratno, S.Pd, M.Hum, Pembina Yayasan Abisatya Yogyakarta yang memaparkan praktek baik Pendampingan SD Mangunan sebagai Sekolah Model, 2) Darmanto, S.Pd, MPA, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Bina Muda Gunungkidul yang memaparkan praktek baik Upaya Meningkatkan Mutu SMP Bina Muda sebagai Sekolah Model, dan 3) Ki Dr. Drh. H.M. Munawaroh, MM Ketua Umum PP PKB Taman Siswa yang memaparkan praktek baik pengembangan Sekolah Taman Madya di Lingkungan Tamansiswa.

Di akhir kegiatan, Hari Dendi yang sekaligus sebagai moderator  dalam kegiatan tersebut menyampaikan kesimpulan bahwa: 1) Sekolah-sekolah model binaan berbagai pihak di Yogyakarta telah menunjang pencapaian implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan, 2) Praktek baik model-model pembinaan sekolah yang sudah dilakukan harus terus dikembangkan dan kedepannya perlu disinergikan dan dikolaborasikan dalam pengembangan model-model Pendidikan Khas Kejogjaan.

Minhajul Ngabidin, Kepala LPMP D.I. Yogyakarta secara tepisah menyampaikan syukur dan rasa bangga bahwa konsep pendampingan sekolah melalui Program Sekolah Model  yang dilakukan oleh LPMP diadopsi oleh berbagai pihak dan bahkan menjadi referensi dalam rancangan Pengembangan Sekolah Model Khas Kejogjaan. Untuk diketahui, dalam rangka melaksanakan penjaminan mutu pendidikan, LPMP DIY dalam 10 tahun terkahir ini melakukan pendampingan ke satuan pendidikan melalui Program Sekolah Model. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan keterlaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan internal di satuan pendidikan dengan target tujuan adanya peningkatan capaian standar nasional pendidikan secara terus menerus dan berkalanjutan. Minhajul juga menyampaikan bahwa LPMP sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk siap mendukung rencana Pelaksanaan Program Sekolah Model Khas Kejogjaan. (Min & Arwan)

Artikel Lain

Pak Ery Mengungkap Kiat Sukses Sleman Meraih Anugerah Merdeka Belajar 2024

Sleman – Ery Widaryana, pria asli Bantul ini, Rabu (11/7/24) menyambut kunjungan tim Pubkom BPMP …

BPMP DIY Mendorong Aktivasi Akun belajar.id untuk Mendorong Percepatan Transformasi Pendidikan

Yogyakarta – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY mengadvokasi percepatan aktivasi akun belajar.id sebagai bagian …